Apapun disiplin ilmu yang kita pelajari, satu hal yang paling penting yaitu mengenal Profil pribadinya. Karena kita perlu tau, mau dibawa kemana dalam mempelajari disiplin ilmu. Kalau kita tidak tau ya nggak jelas mau di apakan nanti. Semua bidang ilmu termasuk Ulumul Qur'an, kita harus tau bagaimana nasy'atuh nya, bagaimana tathawwurnya, hadirnya kapan, arahnya kemana. Tapi Ulumul Qur'an secara definitif adalah tentang semua kajian ilmu Al-Qur’an, baik itu dari segi kalimat per kalimat atau segi Pure/murni makna, baik itu dilihat dari segi bahasa/sejarahnya. Segi kebahasaan berkaitan dengan Nahwu Shorof, balaghah, sejarah (asbab nuzul) dan sebagainya. Ada lughah (bahasa) Al-Qur’an, ajāib al-Qur’an. Yang kesemuanya dibawah kajian Ulumul Qur'an. Ada aspek-aspek serta bagian-bagian nya.
Pertama, lahirnya Ulumul Qur'an, Ulumul Qur'an lahir sudah cukup lama. Al-Qur’an secara istilah, mukjizat Al-Qur’an yang akan langgeng selamanya. Jadi mukjizat Al-Qur’an itu akan langgeng selamanya. Tidak akan pernah sirna/berhenti dimanapun. Itulah yang akan kita pelajari. Al-Qur’an adalah i'jaz. Al-Qur’an dapat kita lihat mukjizat luar biasanya. Misal, suatu contoh viral di era itu dan sampai sekarang masih sering kita dengar, masih kental, sayyidina umar ra. Masuk islam berawal dari karena melihat adiknya membaca al-Qur’an itu dari aspek balaghah atau bahasa. Sayyidina Umar adalah salah satu orang yang paling benci dengan islam, mengancam nyawa siapapun yang berani masuk islam dan ketika dia tau adiknya masuk islam, disamperi tau-tau ada kertas, belum ada kertas waktu itu. Pelepah kurma/kulit unta tertulis mushaf surat thaha.
Berawal dari itu, sayyidina umar bin Khatthab berkata, "ini jelas bukan buatan manusia, tidak mungkin manusia bisa memuat bahasa sehebat ini", inilah salah satu ijaz Al-Qur’an . Mukjizat yang tidak akan pernah dicapai oleh siapapun manusia/makhluk-Nya. Sejak munculnya Al-Qur’an, al-Qur’an erat dengan sastra Arab. Orang arab itu paling suka dengan bahasa/sastra, maka dari itu kita temukan syair-syair Arab yang luar biasa indah, ada peribahasa, syair, dan lagu-lagunya. Begitu Al-Qur’an muncul dengan kehebatannya, maka semua sastra manusia yang dianggap luar biasa Itu hilang. Menunjukan itu kualitas manusia.
Allah dengan kalamnya menunjukkan bahwa ada kalam, bahasa yang tidak akan pernah bisa mencapai dalam derajat itu. Semakin kita mempelajari Al-Qur’an dengan semua aspeknya, kita akan ditunjukkan kelamahan kita. Tapi kalau kita belum mau terjun mempelajari itu, kita tidak tau lemahnya dimana. Apalagi merasa luar biasa, Luar biasa dimana kita tidak tau. Karena itulah semakin Al-Qur’an kita pelajari semakin kita tau bahwa al-Qur’an adalah mukjizat yang tidak bisa dibuat oleh manusia.
Comments
Post a Comment