Kami, hati lembut teruntuk asmara yang bergelimang rasa dalam qalbu.
Perempuan bukanlah makhluk lemah yang hanya bersipuh keindahan atas dekapan rasa rindu.
Kami pejuang kasih, lantaran senyapan selalu kami sematkan untuk membuktikan jiwa perempuan.
Kami, pemilik hati yang lembut sesuai dengan kodrat yang Kuasa ciptakan,
Tapi kami bukanlah pemilik hati yang rapuh atas hantaman badai menghalang.
Ya Allah Karuniakan kepada kami hati bening tanpa goresan dengki,
Hati yang tak pernah bisa lupa kepadaMU,
Hati yang tak pernah kesepian karena teringat kepadaMU,
Hati yang terpesona atas kekuasaanMU,
Hati yang selalu tentram karena yakin akan jaminanMU,
Hati yang selalu kaya yakin akan pemberianMU,
Hati yang selalu merasa aman karena yakin perlindunganMU,
Hati yang selalu dalam dekapanMU,
Dan karuniakanlah kepada kami hati yang merasakan indahnya cinta kasih kepadaMU.
Ya Mujibadda’awaat…
Golongkan hari-hari kami menjadi hari-hari yang penuh kerinduan.
Kerinduan dalam rindu ingin pulang berjumpa denganMU.
Ya Ghoffar…
Jangan biarkan persoalan yang kami hadapi membuat kami khianat kepadaMU, Lalai atas kenikmatanMU.
Melainkan jadikan apapun yang harus kami hadapi membuat kami semakin dekat kepadaMU.
Semakin bersyukur atas nikmat dan karuniaMU.
Semakin ridho dengan takdir ketentuan atas pemberian dariMU.
Semakin indah dengan kesabaran dan semakin gigih berjuang dijalanMU.
Ya muqallibalqulub…
Engkau telah memberi kami atas hati seindah mutiara cinta.
Yang tak akan semu melihat keindahanMU.
Melihat fatamorgana yang ada dalam kehidupan fana’ ini.
Namun sekian lama kami menfungsikan hati ini untuk sesuatu yang engkau haramkan, Tak pernah terbayang akan adzabMU.
Hal yang tidak engkau inginkan padahal kami tahu.
Bahwa hati seindah mutiara yang engkau ciptakan akan bersaksi di hadapanMU, yang kini telah ternodai sepercik tinta kedzoliman.
Kami merasa tak pantas berhadapan denganMU
Kami adalah makhluk hina, yang penuh dengan dosa kelam dalam dunia fana’ memohon atasMU, tuk gapai ridhoMU.
Usaha kami tuk gapai ridhoMU dengan menyambut kebersamaanMU dalam setiap waktu,
Dengan mengingatMU dalam dzikir lillahi rabbi.
DenganMU…
Heningnya malam tetesan air mata dalam sujudku
Do’aku selipkan untukMU
Bertasbih bukan hanya karena akan takut adzab nerakaMU
Bertahmid bukan hanya karena ingin mereguk nikmat surgaMU
Merenungi dalam diam
Membuang sisa kesalahan
Menuju fillah kehidupanMU
Tak ada yang tahu rahasiaMU
Kehidupan fana ini
Tak ada yang tahu skenarioMU
Dalam hidup penuh drama ini
Hidup hakiki
Gulita dalam liang lahat, liang lahat telah menunggu
Beribu pertanyaan dalam rintangan akhiratMU
Sungguh insan berlomba dalam pahalaMU
Tak berlomba dalam cinta kasihMU
Hidup dalam pengawasanMU
Lindungan setiap detikku
Jam, menit, dan detik
Pujian datang menghampiri
Itulah cobaan
Pergi meninggalkan sejuta harapan
Itulah cobaan
Hinaan menghampiri
Itulah cobaan
Mengagumi dalam diam
Dzikir hati kepadaMU
Senandung jiwa milikMU
Dalam diam tanpa lisan
Kehidupan fana’ seceguk air meraih ridho dan cinta kasihMU
By Tinta Hitam
Comments
Post a Comment