Skip to main content

Muhasabah


Kami, hati lembut teruntuk asmara yang bergelimang rasa dalam qalbu.
Perempuan bukanlah makhluk lemah yang hanya bersipuh keindahan atas dekapan rasa rindu.
Kami pejuang kasih, lantaran senyapan selalu kami sematkan untuk membuktikan jiwa perempuan.
Kami, pemilik hati yang lembut sesuai dengan kodrat yang Kuasa ciptakan, 
Tapi kami bukanlah pemilik hati yang rapuh atas hantaman badai menghalang.
Ya Allah Karuniakan kepada kami hati bening tanpa goresan dengki,
Hati yang tak pernah bisa lupa kepadaMU,
Hati yang tak pernah kesepian karena teringat kepadaMU,
Hati yang terpesona atas kekuasaanMU,
Hati yang selalu tentram karena yakin akan jaminanMU,
Hati yang selalu kaya yakin akan pemberianMU,
Hati yang selalu merasa aman karena yakin perlindunganMU, 
Hati yang selalu dalam dekapanMU,
Dan karuniakanlah kepada kami hati yang merasakan indahnya cinta kasih kepadaMU.
Ya Mujibadda’awaat…
Golongkan hari-hari kami menjadi hari-hari yang penuh kerinduan.
Kerinduan dalam rindu ingin pulang berjumpa denganMU.
Ya Ghoffar…
Jangan biarkan persoalan yang kami hadapi membuat kami khianat kepadaMU, Lalai atas kenikmatanMU.
Melainkan jadikan apapun yang harus kami hadapi membuat kami semakin dekat kepadaMU.
Semakin bersyukur atas nikmat dan karuniaMU.
Semakin ridho dengan takdir ketentuan atas pemberian dariMU.
Semakin indah dengan kesabaran dan semakin gigih berjuang dijalanMU.
Ya muqallibalqulub…
Engkau telah memberi kami atas hati seindah mutiara cinta.
Yang tak akan semu melihat keindahanMU.
Melihat fatamorgana yang ada dalam kehidupan fana’ ini.
Namun sekian lama kami menfungsikan hati ini untuk sesuatu yang engkau haramkan, Tak pernah terbayang akan adzabMU.
Hal yang tidak engkau inginkan padahal kami tahu.
Bahwa hati seindah mutiara yang engkau ciptakan akan bersaksi di hadapanMU, yang kini telah ternodai sepercik tinta kedzoliman.
Kami merasa tak pantas berhadapan denganMU
Kami adalah makhluk hina, yang penuh dengan dosa kelam dalam dunia fana’ memohon atasMU, tuk gapai ridhoMU.
Usaha kami tuk gapai ridhoMU dengan menyambut kebersamaanMU dalam setiap waktu,
Dengan mengingatMU dalam dzikir lillahi rabbi.
DenganMU…
Heningnya malam tetesan air mata dalam sujudku
Do’aku selipkan untukMU
Bertasbih bukan hanya karena akan takut adzab nerakaMU
Bertahmid bukan hanya karena ingin mereguk nikmat surgaMU
Merenungi dalam diam
Membuang sisa kesalahan
Menuju fillah kehidupanMU
Tak ada yang tahu rahasiaMU
Kehidupan fana ini 
Tak ada yang tahu skenarioMU
Dalam hidup penuh drama ini
Hidup hakiki
Gulita dalam liang lahat, liang lahat telah menunggu
Beribu pertanyaan dalam rintangan akhiratMU
Sungguh insan berlomba dalam pahalaMU
Tak berlomba dalam cinta kasihMU
Hidup dalam pengawasanMU
Lindungan setiap detikku
Jam, menit, dan detik
Pujian datang menghampiri
Itulah cobaan
Pergi meninggalkan sejuta harapan
Itulah cobaan
Hinaan menghampiri
Itulah cobaan

Mengagumi dalam diam
Dzikir hati kepadaMU
Senandung jiwa milikMU
Dalam diam tanpa lisan
Kehidupan fana’ seceguk air meraih ridho dan cinta kasihMU

By Tinta Hitam

Comments

Popular posts from this blog

Ayat Al-Qur‘an yang Terakhir Turun

Ada banyak perkhilafan mengenai ayat yang terakhir turun. Ada yang mengatakan ayat yang terakhir turun adalah surat al-Maidah ayat 3. Ayat tersebut merupakan potongan kecil dari ayat yang terakhir turun, bukan keseluruhan ayat. Ada juga yang menyebutkan ayat yang terakhir turun adalah surat Al-Baqarah ayat 278, menerangkan tentang riba. Ada juga yang mengatakan surat Al-Baqarah ayat 281. Bagaimana menanggapi banyak pendapat tersebut? Manna al Qaththan dalam Mabahits fi Ulumul Qur'an, semuanya memakai kata qiila yang terjemahan bebas nya "telah dikatakan atau dikatakan". perlu diketahui, Manna al-Qaththan adalah tokoh wahabi, sebagai muslim Indonesia yang mengamalkan ajaran Ahlusunnah wal jama'ah   perlu kita memilah mana yang bisa kita ambil dan mana yang tidak.  Manna al-Qaththan tidak menyebutkan surat al-maidah ayat 3 sebagai ayat yang terakhir turun. Namun ia menyebutkan bahwa ayat yang terakhir turun dari berbagai versi. Salah satunya ayat membicarakan tenta...

Tokoh-tokoh Disiplin Ilmu Al-Qur’an

Siapakah yang berperan dalam dunia ulumul Qur'an? Para mufassir yang cukup terkenal dikalangan sahabat, yang pertama ada khulafaul arba'ah, atau empat khulafaur Rasyidun. Mereka adalah orang yang paling berperan dalam penafsiran, hanya saja tidak mentadwinkan, mereka adalah para sahabat yang langsung menemui Rasulullah. Selanjutnya ada Ibnu mas'ud, Ibnu abbas, Ubay bin Ka'ab, Zaid bis tsabit, Abu Musa al asy'ari dan Abdullah bin zubair.  Mereka adalah tokoh-tokoh sahabat yang paling terkenal dalam dunia penafsiran al-Qur‘an yang merupakan bagian dari ulumul Qur'an.  Tafsir paling banyak diriwayatkan oleh Abdullah bin abbas, ibnu mas'ud, dan ubay bin Ka'ab. Tiga tokoh tersebut adalah sahabat yang datanya paling banyak digunakan oleh para mufassirin, misalnya dalam tafsir jalalain. Kurun kedua, pada masa tabi'in. Dari kalangan Tabiin Paling dikenal adalah murid-murid Ibnu Abbas yang konsen dakwahnya di Makkah diantaranya ada Said bin Zubair, M...

Sudut Pandang Humaniora Dalam Menggali Pernikahan Sayyidah Aisyah

  Seolah lirik lagu yang viral seantero dunia maya, membukakan wawasan tergambarnya bak indahnya pernikahan Sayyidah Aisyah. Penggambaran Sayyidah Aisyah yang sering didengar dalam baitnya merupakan ilusi gambaran fisik saja. “ Yaa Khumairah ” (Wahai yang kemerah-merahan) pertanda Rasulullah memeberikan panggilan sayang untuk istrinya yang sangat terlihat putih dan tak hanya cantik saja. Tapi apakah benar hal ini yang harus dikenal bagi umat muslim terhadap Sayyidah Aisyah?     Sejarah mengatakan Rasulullah menikahi Sayyidah Aisyah pada umur 9 tahun yang dibiarkan 2 tahun. Bahwa sejarah memperlihatkan pernikahan mereka tidak diawali dengan rasa cinta dan hawa nafsu semata. Rasa cinta tumbuh dibangun setelah pernikahan ada dan tujuan pernikahan juga tidak sebagai bentuk pernikahan biasa melainkan mempererat hubungan Rasulullah dengan Abu Bakar yang merupakan pilihan sebagai pasangan hidupnya yang tidak hanya kebetulan, namun semua telah tertata dalam skenario Allah SW...